PERLUKAH BRAND BUAT UKM?
Om subiakto bercerita di timelinenya, Tadi siang saya kedatangan tamu teman2 dari Majalah UKM Elshinta. Diantara wawancara yang standar ada satu pertanyaan yang rada menggelitik “Apakah UKM perlu BRAND?”


Jleb. Saya terdiam sejenak. Dari pengamatan saya di beberapa daerah sih sepertinya pelaku UKM memfokuskan diri mereka ke Omzet “yg penting untuuunggggg…heheh” 
Nah. Apakah BRAND bisa menjawab keperluan teman2 UKM yang seperti ini?
Tahapan prospek menjadi pembeli memang melalui siklus COLD prospect – WARM prospect – HOT prospect.
Pengertiannya seperti ini. Kalau anda menawarkan produk anda pada prospek yang belum kenal anda atau produk anda maka mereka akan menanggapi dingin tawaran anda. Ini yang disebut COLD prospek. Anda perlu menghangatkan mereka dengan the story behind your product. Perlu diketahui bahwa people dont buy stuff that you make, they buy the story that you tell.
Marketing yang bertugas menghangatkan prospek dilengkapi dengan 4 perangkatnya. Produk, Price, Place dan Promotion. Ini langkah pertama yang harus dilakukan oleh teman2 UKM. Karena sebelum “untuuunggggg…” dia harus mampu membangkitkan demand (need + want).
Setelah prospek menjadi WARM krn sudah mengenal produk kita maka salaes bertgas membuat WARM propek menjadi HOT buyer. 
Maka teman2 UKM harus bertindak sebagai Sales dengan menggunakan 3 sales pitch : gratis, diskon dan bonus/hadiah. Yang harus dijaga adalah jangan menawarkan sales pitch terlalu lama. Nanti konsumen keburu loyal sama diskon daripada mereknya.
Kalau hot prospek sudah menjadi pembeli maka langkah berikutnya bagaimana membuat mereka BLBL -Beli Lagi Beli Lagi?
Membuat Hot buyers always HOT itulah tugas dari BRAND. Dengan membangun ikatan emosi yang kuat konsumen manjadi loyal. Jadilah mereka pelanggan. Simplenya BRAND itu membuat pembeli menjadi pelanggan.
Nah. Apakah BRAND bisa menjawab keinginan pelaku UKM yang inginnya “yg penting untuuunggggg…heheh” ?
Iya ya? Profit itu kan retail price dikurangi COGS. Harga dikurangi cost? Kenapa saya jelasinnya muter2 ke marketing segala ya? 
Nah. Apakah kesimpulannya UKM gak perlu BRAND karena “yg penting untuuunggggg…heheh” ? Bagaimana menurut anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *