Bicara tentang Marketplace seperti Kaskus FJB, Bukalapak, Tokopedia, Zalora, Lazada, Blanja, atau Olx.  Anda perlu mengetahui C2C, B2B2C. Apa itu ???

 

C2C = Consumer to Consumer

Web seperti OLX, Kaskus disebut sebagai web C2C, dimana penjual perorangan (C) bisa langsung berhubungan dengan pelanggan perorangan (C). Transaksi bisa dilakukan langsung atau via rekber (rekening bersama) untuk menjaga keamanan.

 

B2B2C : Business to Business to Consumer

Sedangkan web seperti Tokopedia, Bukalapak, Blanja, disebut sebagai web B2B2C. Dimana Perusahaan penjual/produsen tak bisa langsung transaksi dengan pembeli.

‘B’ pertama adalah perusahaan produsen atau penjual.

‘B’ kedua adalah perusahaan pemilik marketplace, seperti blanja[dot]com.

‘C’ adalah pembeli perorangan.

  • Produsen tetap andil dalam mem-posting produknya ke marketplace seperti tersebut diatas.

  • Kemudian, pihak marketplace memajang dan (biasanya) mempromosikan produk produsen kepada pelanggan.

  • Jika terjadi transaksi, maka pihak pembeli melakukan pembayaran kepada pihak marketplace.

  • Selanjutnya pihak marketplace melakukan kontak kepada produsen untuk memproses orderan.

  • Setelah barang diterima oleh pembeli, maka uang akan ditransfer ke pihak produsen.

  • Transaksi tak dapat dilakukan langsung (B2C), karena kontak penjual/produsen tak ditampilkan oleh pengelola marketplace.

 

B2C = Business to Consumer

Contohnya adalah Bhinneka, Bilna, dimana perusahaan penjual yang bisa langsung menjual produknya ke konsumen. Meski barang-barang yang dijual tak harus merek atau produksi sendiri.

 

Brand Dot Com

Contohnya seperti Apple, Brodo, Hijab Sally Heart, yang menggunakan merek mereka sebagai nama web-nya.

Lazada dan Zalora masuk kategori mana? Awalnya mereka adalah B2C, kemudian membuka keran B2B2C, sehingga bisa keduanya.

Kalau Alibaba termasuk yang mana? Alibaba adalah B2B, serupa dengan Indonetwork di Indonesia, hanya fasilitasnya jauh lebih lengkap.

Strategi….

Evolusi UKM Go Online adalah:

Socmed Commerce >> C2C >> B2B2C >> B2C atau Brand[dot]com

Mereka (kapitalis B2B2C) tak berfikir untung dari transaksi di web mereka, namun mereka mendapat untung jauh lebih besar di pasar modal. Mereka membakar uang untuk mempromosikan produk mitra pemasok, bahkan ada yang gratis tis tis.

Harus kita akui, hadirnya para marketplace kapitalis tersebut, tetap berguna untuk mengedukasi pasar online dan mendongkrak omzet UKM Indonesia.

Namun, jangan lengah dengan menggantungkan trafik penjualan hanya dari marketplace saja, karena pada dasarnya Anda tak membangun database dan hubungan langsung dengan konsumen Anda.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Buka akun di marketplace besar yang lagi buang duit untuk promosi dan juga di media sosial yang sedang tren.

  2. Gunakan merek dagang Anda, jika Anda adalah pemilik merek. Jika sekadar penjual, gunakan nama toko. Lakukan secara konsisten di semua marketplace (B2B2C), media sosial dan aplikasi lainnya, tempat Anda memajang produk.

  3. Bangun web B2C atau Brand[dot]com Anda sendiri untuk jangka panjang dan permanen.

  4. Penjualan di marketplace dan media sosial adalah tujuan jangka pendek untuk mendapatkan omzet instan, membangun merek dan sundulan trafik ke web Anda.

  5. Optimasikan SEO di web Anda, agar sundulan trafiknya menaikkan kata kunci yang potensial.

  6. Dengan konsistensi menggunakan 1 nama toko atau merek Anda, maka web Anda akan mudah ditemukan saat di-googling.

Thanks Mas Jay 🙂

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *